• dinkes@dumaikota.go.id
  • -

Informasi Kegiatan :

Masa balita merupakan masa yang paling penting dan perlu untuk mendapatkan perhatian dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk itu dalam masa ini, perlu sekali melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Posyandu merupakan tempat bagi balita untuk mendapatkan pelayanan, baik untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan maupun memperoleh kapsul Vitamin A dan imunisasi, serta mendapatkan konseling gizi sesuai masalahnya.


Realitas masyarakat terhadap layanan bidang kesehatan membutuhkan suatu wadah atau tempat yang memberikan pelayanan secara cepat dan murah, serta mampu menjawab berbagai permasalahan sosial dasar masyarakat. Wadah atau tempat tersebut diharapkan tidak terkotak kotak, yang menyebabkan sulitnya pengkoordinasian dan timbulnya ego sektor dalam pelaksanaan program dan kegiatan.


“Pos Pelayanan Terpadu” atau disingkat Posyandu, merupakan lembaga kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang melalui prinsi dari, oleh dan untuk masyarakat yang diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan dan sosial dasar masyarakat. Posyandu sebagai perwujudan dari peran serta masyarakat tidak serta merta hadir dan bergerak dengan sendirinya, dukungan pemerintah terhadap keberadaan dan kesinambungan posyandu tetap terus diupayakan. Berbagai kebijakan telah dibuat, bermacam kegiatan dan program telah dilaksanakan agar posyandu tetap eksis dan menjadi gerbang pemberdayaan masyarakat.

Upaya meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu menjadi kepedulian semua pihak, sehingga keberhasilan posyandu menjadi tanggung jawab bersama. Salah satu permasalahan yang paling mendasar adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan kader baik sisi akademis maupun teknis, dan kurangnya bimbingan dari petugas kesehatan dalam pelaksanaan pemantauan pertumbuhan diakibatkan dari berbagai kesibukan program.

Dalam pelaksanaan pemantauan pertumbuhan di posyandu, diperlukan pencatatan dan pelaporan yang benar yang juga perlu kita sama-sama perbaiki antara lain pencatatan ke dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), juga pencatatn dan pelaporan secara elektronik dan online melalui e-ppgbm yaitu elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat.

Menurut e-ppgbm per 31 Desember 2019 lalu, dengan penimbangan balita tidak sampaik 10% dari jumlah balita, ditemukan balita sangat pendek 79 orang, pendek 230 orang dan terkategori kedalam stunting, gizi buruk 18 orang serta 94 orang gizi kurang. Dan angka ini akan bisa meningkat drastis apabila penimbangan dilakukan kepada minimal 80% sasaran balita kita di Kota Dumai. Dari hasil tersebut, kita sikapi kembali, apakah benar data yang terlapor sebanyak itu? Ataukah kita yang melakukan pemantauan pertumbuhan dengan menggunakan antropometri yang kurang tepat ? ataukah pencatatan pelaporan kita secara elektronik yang kurang tepat ? 

Atas dasar hal - hal diatas, dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kota Dumai, pada hari ini perlunya dilakukan refresing pemantauan pertumbuhan serta asistensi e-ppgbm sebagai pertimbangan efidence base intervensi yang akan dilakukan.


Red:DinasKesehatanKotaDumai2020

Rincian Kegiatan

  • Nama Bidang/Seksi:
  • Instansi Bidang/Seksi:
  • Jadwal kegiatan:
  • Tanggal Kegiatan ::
  • Komentar Bidang/Seksi:

Hubungi Kami

Kegiatan Sebelumnya

-

BUTUH AMBULANCE GRATIS ??